no-script Kelemahan Benda yang Terbuat dari Kayu | Mitraruma

Kelemahan Benda yang Terbuat dari Kayu

Artboard 1.png

Kelemahan benda yang terbuat dari kayu salah satunya adalah mudah terbakar. Namun, masih ada juga berbagai kelemahan lainnya. Namun hal ini tak menyurutkan para peminatnya. Penggunaan kayu sebagai material furniture sudah dikenal dan banyak dipakai sebelum orang mengenal beton dan baja.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), benda adalah segala sesuatu yang ada dalam alam yang berwujud atau berjasad. Nah, dari penjelasan tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa semua yang ada di dunia ini adalah benda. Hal ini termasuk juga manusia, hewan, furniture dan tumbuhan.

Yuk, kenali lebih dalam mengenai penggunaan kayu untuk benda-benda furniture! Anda akan mendapat pengetahuan baru seputar kayu. Seperti sejarahnya, jenisnya, kelemahan benda yang terbuat dari kayu, dan juga kelebihannya yang banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Awal Mula Penggunaan Kayu

Artboard 2.png

Tahukah Anda? Jika tumbuhan berkayu muncul di alam pertama kali diperkirakan pada 395 hingga 400 juta tahun yang lalu. Wah, sudah lama sekali ya!

Manusia telah menggunakan kayu untuk berbagai kebutuhan sejak ribuan tahun. Kita bisa menggunakan kayu untuk bahan bakar dan bahan material untuk membuat benda, rumah, dan banyak lagi. Selain itu, kayu juga bisa digunakan sebagai referensi sejarah mengenai kondisi iklim dan cuaca pada masa pohon tersebut tumbuh melalui variasi jarak antar cincin pertumbuhan. Fakta yang sangat menarik, bukan?

Jenis-Jenis Kayu

Di Indonesia, terdapat banyak sekali jenis kayu yang tentunya mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Kelemahan benda yang terbuat dari kayu tak serta merta menyurutkan minat masyarakat untuk menggunakannya.

Setiap jenis tumbuhan memiliki hasil kayu yang berbeda sifatnya, sehingga dalam pemilihan atau penentuan jenis Anda bisa menyesuaikan dengan tujuan penggunaan ataupun selera Anda. Apakah untuk konstruksi bangunan, perabot atau furniture, atau sebagai bahan untuk kebutuhan seni non struktur. Berikut ini beberapa jenis kayu yang banyak beredar di Indonesia.

1. Kayu Jati

Artboard 3.png

Jenis kayu yang satu ini tentunya sudah tidak asing lagi ya di telinga kita. Kayu ini bisa dibilang kayu yang premium untuk pembuatan perabotan rumah.

Kayu jati awet digunakan dalam jangka waktu yang lama dibanding kayu lain, karena kayu ini memiliki minyak alami di dalam kayu dalam jumlah banyak.

Umumnya, orang yang memiliki furniture dari kayu jati tidak akan macam-macam mengubah warna kayu. Kebanyakan menggunakan warna natural, warna ini akan menimbulkan kesan guratan-guratan kayu yang alami dan memiliki nilai estetika.

2. Kayu Mahoni

Artboard 4.png

Kayu mahoni adalah salah satu kayu untuk bahan baku pembuatan mebel di Jepara. Fakta menarik terkait jenis kayu yang satu ini adalah, kayu ini sering sekali diekspor keluar negeri.

Meski kayu mahoni tidak sekuat kayu jati, namun kayu mahoni memiliki serat yang lebih halus. Kayu ini lebih lunak dan mudah dibentuk serta diukir.

Selain itu, kayu ini memiliki pori-pori yang halus, sehingga produk yang dihasilkan juga ikut halus. Warna kayu ini sedikit kemerah-merahan pada bagian dalam, serta warna coklat tua pada bagian luar.

3. Kayu Cendana

Artboard 5.png

Kayu ini memiliki aroma yang harum. Hal tersebut karena kayu itu memiliki kandungan senyawa santanol pada bagian batang dan akarnya. Kandungan senyawa seperti itu biasanya digunakan untuk bahan baku kosmetik dan farmasi.

Kayu cendana tidak hanya digunakan sebagai bahan baku untuk produk ukiran dan mebel. Kayu ini juga sering dimanfaatkan sebagai rempah-rempah, bahan dupa, warangka keris, aroma terapi, obat herbal dan campuran parfum.

4. Kayu Meranti

Artboard 6.png

Kayu meranti meranti merupakan jenis kayu yang sangat populer dan komersial di kawasan Asia Tenggara. Umumnya kayu ini digunakan sebagai bahan baku pembuatan konstruksi bangunan maupun bahan dasar furniture.

Selain memiliki keunggulan anti rayap, kayu meranti juga tergolong mudah untuk dikeringkan, dan kuat.

5. Kayu Pinus

Artboard 7.png

Kayu pinus juga dikenal dengan nama kayu jati Belanda. Kayu ini sering dijadikan bahan dasar membuat perabotan bergaya minimalis. Kayu pinus menjadi salah satu favorit masyarakat untuk pembuatan benda atau furniture.

Eits, tentunya hal tersebut bukan tanpa alasan ya! Kayu pinus memiliki warna terang yang netral sehingga bisa menyulap furniture berbahan kayu pinus cocok ditaruh di ruangan bergaya apapun.

6. Kayu Mindi

Artboard 8.png

Kayu mindi memiliki karakteristik yang cukup keras, namun tidak sekeras kayu mahoni dan kayu jati. Kayu ini rentan pecah maka dari itu penggunaannya harus benar-benar dipastikan dalam keadaan kering.

Guratan pada serat kayu mindi ini tergolong bagus. Namun, serat kayunya tidak sekuat kayu jati. Jika ingin lebih kuat maka harus dilapisi dengan cairan anti hama agar tidak menjadi rusak karena serangan hama.

7. Kayu Sungkai

Artboard 9.png

Serat kayu ini memiliki karakter yang kuat dan bagus. Kayu ini cocok untuk pembuatan furniture dengan warna natural. Kayu ini biasanya digunakan sebagai bahan pembuatan jendela, pintu, dan juga rangka atap rumah.

Kayu sungkai tidak cocok digunakan sebagai furniture luar ruangan seperti meja taman, ayunan, dan juga kursi taman. Hal ini karena karakternya yang tidak kuat ketika harus berlama-lama terkena sinar matahari dan air.

Penting untuk diingat, kelemahan benda yang terbuat dari kayu ini sebagai bahan material harus memperhatikan hal-hal kecil di sekitar kayu. Hal ini agar kayu dapat bertahan lama.

8. Kayu Trembesi

Artboard 10.png

Kayu trembesi memiliki guratan serat bagus seperti kayu jati. Seratnya menonjol dan teratur. Kesan elegan yang ditimbulkan menjadi kuat karena seratnya.

Saat masih berupa pohon, kayu ini tahan terhadap cuaca ekstrim. Kelemahan benda yang terbuat dari kayu jenis ini adalah tidak kuat jika ditempatkan diluar ruangan. Kayu jenis ini lebih cocok digunakan untuk produk indoor yang tidak memiliki sambungan konstruksi, desain padat tebal atau untuk patung-patung berukuran besar.

Kelebihan Kayu

Artboard 11.png

1. Mudah Didapat dan Dibudidayakan

Kayu sebagai bahan yang bersumber dari kekayaan alam, mudah diperoleh di mana mana, sepanjang alam masih tumbuh pohon tentu bahan kayu akan selalu ada, dan pohon dapat dibudidayakan.

Kayu disebut juga sebagai sumber kekayaan alam yang dapat diperbaharui, atau diadakan lagi (renewable resources).

2. Mudah Dibentuk

Kayu dikenal mudah dikerjakan, dapat dibentuk dan diproses dengan alat sederhana, menjadi berbagai bentuk yang diinginkan.

3. Memiliki Nilai Estetika

Salah satu sifat khusus kayu adalah memiliki nilai estetika yang tinggi, terutama dari teksturnya. Demikian juga perpaduan antara tekstur serta warna kayu menghasilkan corak yang indah dan tidak ditemui pada bahan lain.

4. Lebih Tahan Gempa

Kayu yang ringan dan sifat kayu yang lebih lentur membuat kayu lebih tahan terhadap pergerakan.

FYI, di Jepang bangunan kayu menjadi pilihan sebagai bangunan tahan gempa lho! Orang sering mengatakan bahwa bangunan kayu tradisional seperti kuil, tahan terhadap gempa bumi. Ketika gempa bumi datang, bangunan kayu banyak bergoyang dan sangat fleksibel.

Kelemahan Kayu

Artboard 12.png

1. Mudah Terbakar

Kelemahan benda yang terbuat dari kayu yang pertama adalah tidak tahan api, sehingga mudah terbakar. Benda dari kayu juga bisa dengan mudah terbakar, sehingga saat memiliki benda dari kayu harus benar-benar hati-hati dalam menyimpan.

2. Mudah Dipengaruhi Iklim atau Cuaca

Kelemahan benda yang terbuat dari kayu selanjutnya yaitu, sensitif dengan sinar matahari dan perubahan suhu. Sinar matahari secara langsung yang mengenai benda dari kayu bisa memunculkan kerusakan lebih cepat.

Selain itu, perubahan suhu juga bisa mempengaruhi kualitas benda. Benda dari kayu yang tidak dirawat dan disimpan dengan benar bisa cepat rusak. Tempat yang lembab akan membuat benda dari bahan kayu berjamur dan mudah lapuk. Sedangkan di tempat yang terlalu panas akan menjadi kering dan kehilangan kekuatan.

3. Mudah Terserang Serangga, Jamur dan Cacing Laut

Kelemahan benda yang terbuat dari kayu yang terakhir adalah mudah diserang oleh serangga pemakan kayu, seperti rayap atau serangga lainnya. Dengan adanya kelemahan inilah maka kayu perlu diawetkan dengan bahan kimia tertentu untuk membunuh dan mencegah serangga memasuki kayu kembali.

Penggunaan Kayu Untuk Hunian

Kelemahan-kelemahan benda yang terbuat dari kayu tak menyurutkan minat masyarakat. Buktinya saja penggunaan kayu masih sering kita jumpai. Kayu sebagai material bahan bangunan maupun furniture bahkan masih menjadi primadona di pasaran.

Namun, Anda juga harus cermat ya dalam memilih jenis kayu yang akan digunakan. Kesalahan pemilihan jenis kayu bisa menimbulkan dampak negatif di kemudian hari. Salah satunya benda menjadi cepat rusak. Tentunya Anda tak menginginkan hal tersebut, bukan?

Jika Anda masih bingung dan ragu, segera konsultasikan bersama tim [Jasa Renovasi Rumah & Toko Bahan Bangunan](https://www.mitraruma.com/) dari Mitraruma sekarang! Tersedia juga berbagai macam promo menarik dengan produk-produk yang berkualitas. Anda juga bisa melakukan [customize furniture](https://api.whatsapp.com/send/?phone=6281119688999&text&app_absent=0) untuk mewujudkan rumah idaman versi Anda.

More content