no-script Berikut Bahan Bangunan untuk Pondasi Rumah yang Kokoh | Mitraruma

Berikut Bahan Bangunan untuk Pondasi Rumah yang Kokoh

Bahan bangunan merupakan aspek yang sangat penting sekali untuk diperhatikan agar mendapatkan rumah yang kokoh. Bukan hanya untuk umur bangunan yang awet, namun juga untuk keselamatan penghuninya.

Bisa dibayangkan bukan? Jika kamu dan keluarga sedang bercengkrama dan bersantai, lalu tiba-tiba tembok rumah Anda roboh karena struktur atau pondasi bangunan kurang kuat. Wah, tentu tidak ada yang menginginkan hal tersebut terjadi, ya.

Nah, untuk itu simak dulu yuk macam-macam bahan bangunan serta cara membuat pondasi rumah yang kokoh berikut ini!

Macam-Macam Bahan Bangunan

Artboard 2.png

1. Batu Pondasi

Untuk membangun suatu pondasi dibutuhkan bahan baku yang kuat dan kokoh. Karena, kekuatan suatu pondasi salah satunya terletak pada bahan baku yang digunakan.

Pada umumnya, batu yang sering digunakan untuk membangun pondasi adalah batu kali dan batu gunung. Kedua batu tersebut sangat cocok dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan pondasi.

2. Batu Bata

Batu bata merupakan salah satu bahan penting dalam pembuatan suatu bangunan. Batu bata terbuat dari tanah hitam atau tanah liat yang dibakar hingga berubah warna menjadi kemerah-merahan.

3. Pasir

Pasir adalah salah satu jenis bahan bangunan paling penting yang harus ada dalam setiap proses pembangunan. Terdiri dari partikel batuan dan mineral yang dipecahkan, lalu dihaluskan.

4. Semen

Semen adalah salah satu bahan konstruksi paling populer di dunia konstruksi modern. Bahan ini telah digunakan untuk mengikat bahan bangunan lainnya secara bersamaan.

5. Kayu

Kayu adalah material alam dari pohon yang sering dimanfaatkan untuk konstruksi bangunan. Bahan bangunan tersebut sering digunakan untuk elemen-elemen struktur dan arsitektur pada rumah tinggal seperti pintu kayu, jendela kayu dan sebagainya.

Material struktur yang satu ini dinilai mampu menciptakan bangunan yang kuat, yang tidak kalah dengan penggunaan struktur beton maupun besi.

6. Baja

Baja dinilai mampu menciptakan bangunan yang kuat, yang tidak kalah dengan penggunaan struktur beton maupun besi.

7. Kerikil

Batu kerikil atau batu split umum dipakai untuk pembuatan pondasi yang dicampurkan dengan beton serta memiliki karakter solid, karena tak mudah mengalami perubahan bentuk meskipun ditanam di dalam tanah.

8. Kaca

Kaca adalah sebuah materi padat yang transparan dan selalu dipakai dalam setiap konstruksi bangunan. Kaca adalah sebuah materi padat yang transparan dan selalu dipakai dalam setiap konstruksi bangunan.

9. Keramik

Keramik adalah material bangunan untuk mempercantik tampilan lantai. Selain lantai, keramik juga bisa digunakan untuk dinding di kamar mandi.

10. Genteng

Genteng adalah penutup atap rumah yang umumnya terbuat dari tanah liat dan beton. Material alami pada genteng membuat rumah lebih dingin di siang hari dan tahan lama.

11. Tanah Liat

Penggunaan tanah liat sebenarnya sangat bergantung pada bangunan seperti apa yang diinginkan. Hal ini juga berkaitan dengan kualitas tanah yang digunakan.

Cara Membuat Pondasi Rumah

Setelah mengetahui macam-macam bahan bangunan, kini mari kita bahas bagaimana cara membuat pondasi rumah. Hal ini juga tidak kalah penting, mengingat jika salah takaran atau cara, tentu bahan-bahan bangunan yang bagus pun tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya.

1. Pastikan Kondisi Tanah

Artboard 3.png

Hal pertama yang harus diperhatikan dalam tahapan serta cara membuat pondasi rumah ialah keadaan tanahnya, apakah tipe keras atau lunak. Tanah yang keras tentu saja punya potensi pembuatan pondasi yang cakar ayamnya tidak perlu terlalu dalam. Sementara tanah yang lunak bisa jadi akan bergerak jika musim hujan sehingga mau tidak mau harus diberi cakar ayam yang dalam.

Selain itu, apabila lokasi tanah di tempat yang akan dibangun memiliki karakter yang gembur, maka perlu dilakukan pemadatan terlebih dahulu. Struktur tanah yang kuat ini sangat penting untuk dibuat agar pondasi yang nantinya dibangun bisa sekokoh mungkin.

2. Buatlah Rancangan Pondasi

Artboard 4.png

Langkah selanjutnya untuk membuat pondasi rumah yang tepat adalah penggambaran rancangannya. Setelah itu diteruskan dengan penggalian alur pondasi sesuai dengan gambar yang dibuat.

Siapkan batuan, semen, dan pasir, bila diperlukan persiapkan juga besi lonjoran beserta kawat sebagai bekisting kolom dan sloof (lajur di atas pondasi). Bekisting kolom dan sloof diperlukan sebagai penopang dan kerangka dasar rumah terutama sebagai penguat tembok.

Setelah penggalian selesai maka kerangka besi dan kawat bisa ditata terlebih. Setelah itu ditimbun dengan semen cor lalu diiringi dengan penataan batuan putih dan adonan pasir semen hingga ketinggian mencapai 50-an cm.

3. Melakukan Penggalian

Artboard 5.png

Pekerjaan selanjutnya dalam membuat pondasi rumah adalah melakukan penggalian. Kedalaman pondasi untuk rumah sederhana cukup sedalam 40-50 cm, dan lebar sekitar 30-40 cm.

Penentuan kedalaman ini juga dipengaruhi oleh tekstur tanah. Jika tanah bertekstur keras, maka ukuran di atas cukup memadai. Namun jika tanah bertekstur lembut, maka penggalian harus lebih dalam.

4. Memasang Batu dan Bata

Artboard 6.png

Setelah selesai menggali, saatnya memasang pondasi dengan batu kali atau batu bata merah. Pemasangan batu bata untuk pondasi harus disesuaikan dengan titik atau benang yang telah ditentukan pada bowplank.

Biasanya dengan ukuran kedalaman di atas dipasang batu setinggi 4 lapis bata merah. Teknik memasang batu bata untuk pondasi berbentuk hampir segi tiga, lapisan paling bawah melebar, sedangkan ke atas pasangan satu batu bata (seukuran 20 cm).

5. Pasangkan Besi Tiang

Artboard 7.png

Jika telah selesai memasang seluruh bata, maka dilanjutkan dengan memasang besi yang telah dianyam dengan kawat ikat. Masing-masing ujung besi harus dibengkokkan dan dikaitkan dengan besi pondasi pelat atau tiang kolom.

6. Memasang Bekisting

Artboard 8.png

Langkah selanjutnya setelah besi di pasang, adalah menambahkan bekisting untuk sloof dengan menggunakan papan berukuran 400 cm x 20 cm x 2 cm. Pemasangan harus rapi dan kuat, sehingga tidak rusak atau jebol akibat tekanan adukan cor saat pengecoran sloof.

Pada saat melakukan pengecoran sloof, permukaan bagian atas harus rata, rapi dan sejajar dengan papan bekisting. Besi harus tertutup adukan cor, sehingga air tidak masuk dan merusak besi saat terkena air hujan, dan besi tidak berkarat.

Jika semua langkah sudah selesai, dan batu bata sudah naik semua maka tinggal nanti dilakukan finishing. Tentu saja perlu menunggu bekisting siap dibongkar yang artinya harus menunggu cor mengering terlebih dulu.

Butuh Bantuan untuk Membangun Rumah Impian?

Mitraruma hadir untuk menjadi mitra seumur hidup untuk rumah Anda dengan menyediakan produk dan layanan berkualitas terbaik. Jika masih ragu, Anda juga bisa menonton beberapa video renovasi berikut ini untuk menambah referensi.

Jangan khawatir akan menguras kantong ya, karena Mitraruma menyediakan berbagai macam produk dan bahan bangunan yang sangat terjangkau, dan tentunya berkualitas!

Anda juga bisa bergabung dan mendaftar member untuk mendapatkan beragam keuntungan, lho. Poin yang Anda dapatkan setiap habis berbelanja, nantinya bisa Anda tukarkan dengan berbagai hadiah yang telah kami sediakan. Menarik sekali, kan? Yuk, belanja di Mitraruma sekarang!

More content